Istiqlal dan katedral

Main cast: jeamin,annasya,raditya,haikal,ainara,nakamura,hanindia,taeyeon


"Bilang Bu Carla lah ngapain lagi?
Bego." duh mulut Mbak Anna emang pedes sekali ya kawan, sempolan pun lewat pedesnya. Eh, tapi enggak sih. Ini mah perasaan Haechan aja. "AMPUN NYAI! MAAPIN ECHAN!"
Haechan berlari ke tempat duduknya dengan cepat. melihat kan
Haechan yang absurd dan cukup abnormal itu, teman-teman sekelas menghela nafas lelah. Sudahlah, pasti kali ini tingkat alay Haechan sudah meningkat drastis. Tapi ya... gak perlu dipusingkan, sih. Karena kari
Haechan yang alay dan abnormal udah jadi konsumsi anak kelas sehari-hari. "Bu Hajiiii! Tolong Bu Hajiii! Kalo Bu
Haji ngadu, apa Bu Haji tega

bel bunyi sudah harhs sedia di kursi! LALU PASAL 2 AYAT 1; tidak mendukung atau menghargai ketua kelas! MAMPUS!" teriak Anna sambil mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Haechan yang melihat gerak-gerik Anna, langsung melotot dengan raut paniknya. "EH, EH, MAAP NYAI, MAAP. Lo mau ngapain, tuh?! Nyai, Bu Haji Anna yang budiman, tolong katakan pada
Aa Haechan bahwa saat ini Anda tidak sedang berniat untuk mengadu?!?!" tanya Haechan panik, sambil menunjuk ponsel yang digenggam Anna dengan menggunakan mata. Semacam kode gitu sih, maksudnya.
Haechan.

Teriakan itu berasal dari suara Anna, sang ketua kelas 11 MIPA-2, ketua kelas yang super duper galak banget kalo menurut Haechan, si anak humoris dari kelas 11 MIPA-2 yang selalu dikatain sebagai "malika yang kurawat seperti anak sendiri." 5 "Hadeh, kelas ini tentram sebelum
Bu Haji Anna menyerang! Suara lo berisi banget dah buset, ngalah-ngalahin toa!" balas Haechan senga sambil membocorkan Anna dengan sok menyipitkan matanya agar terlhat sinis. "BAGUS YA MASIH PAGI UDAH.
KENA DUA PASAL! SISWA ATAS
NAMA HAECHAN, DENGAN INI SAYA
NYATAKAN TELAH MELANGGAR

“Heh, daki curuk! Minggir gak lo?!
Pagi-pagi udah melanggar Pasal 1 Ayat 3 Aturan Sekolah aja! Bisaan banget lo, nih!"

bu gusniar |nak | tolong kamu jemput ya di gerbang ada anak baru
COWO dia masuk kelas 11-2 |bilang ibu izin anak ibu |sakit, skrng drawat 06.20 anna |oh sip bu |otw jemput semoga anak ibu berhasil sembuh 06.21 read at 06.21

anna | baik, sama-sama ibue 06.21 baca 06.21
Setelah mematikan ponselnya dan meletakkannya kembali di saku roknya, Anna maju ke depan kelas untuk mengumumkan informasi yang didapatkannya dari Bu Gusniar, sang wali kelas. "Dimohon perhatiannya!"
Teman sekelasnya sudah tahu, bahwa ketika Anna berteriak Mohon perhatian, akan ada kabar atau informasi yang

suara bising yang ada di kelas mulai mereda. "Oke. Jadi, hari ini Bu Gusniar gak bisa masuk karena anaknya sakit. Dan, tau kan apa yang bakal terjadi kalau hari ini kalian gak bisa diatur? Hm?"
Anna tersenyum, tetapi siapa pun yang melihatnya, pasti mengerti bahwa senyuman itu mengandung ancaman di dalamnya. "Yaps! Benar sekali, semuanya! Yang gak bisa diatur hari ini... siap-siap gue seret ke ruang BK." "Oh iya, abis ini gue mau jemput murid baru dulu. Jadi, kalian yang anteng ya, disini. Itu aja, sih, informasinya.
Makasih perhatiannya!" setelah

"Iya Bu Anna," jawab serempak temen-temennya. "Yeu, biji kuda!" pat Anna pelan.
Anna pun jalan keluar kelas, tujuan mau jemput si murid baru yang katanya udah nunggu di gerbang sekolah.
Dalam radius kira-kira 60 meter dari tempat Anna jalan ke arah gerbang,
Anna memandang lumayan tinggi, foto berwarna pink dan lagi berdiri kaya orang kebingungan di pos satpam, bertahan banget di samping gerbang sekolah. Dan Anna yakin itu orang adalah murid baru yang

"Anak baru, ya?" tanya Anna ramah, sambil memperhatikan penampilan murid baru yang bisa dibilang cukup nyentrik. Rambut yang dicat dengan warna pink, kalung salib yang ia pakai diluar seragam, serta kulit yang terbilang sangat putih untuk rata-rata warna skintone orang Indonesia. "Iya, Anna bukan?" tanya murid baru itu. Anna mengangguk. "Kenalin, gue Annisa Wendyra, panggil aja gue Anna," ucap Anna sambil memperkenalkan diri dengan senyuman yang hangat, surga dia bukan kopi atau teh manis jadi ga bisa diminum.

Xilavest Katedral, panggil aja Jaemin," bales Jaemin memperkenalkan diri dengan senyuman yang juga sangat manis, Tuhan sih tidak dapat dimiliki oleh pembaca. Bercanda, jangan santet aku. -Hae. "Oh iya masuk yuk," ajak Anna sambil memimpin jalan lebih dulu. Jaemin mengangguk, lalu mengikuti Anna di belakangnya seperti anak ayam yang tengah mengekori induknya. Biasa, kebutuhan cewek nih," ucap Anna tiba-tiba. "Oh iya gak papa, Na. Sekalian gue mau beli minum soalnya gue lupa bawa minum," jawab Jaemin yang tak luput

Mereka pun berbelok ke arah kanan untuk mengambil jalan ke koperasi.
Disana, Anna beli pembalut dan teh kata. Sedangkan Jaemin beli teh boto air mineral, dan krysbi, snack ringkan kesukaan Jaemin. "Makasih ya Mbak," ujar Anna setelah ngebayar barang yang dia beli. "Sama-sama, Dek." jawab sang penjual koperasi. Setelah membayar semua barang belanjaan mereka, Anna dan
Jaemin akhirnya memutuskan untuk kembali ke kelas. "Btw An, lo ketua kelas ya?" tanya
Jaemin di perjalanan ke kelas. "Iya, kenapa?" jawab Anna.

"Gak papa, sih. Btw, kenal Haechan, kan? Haechan pernah bilang gini, ketua kelas gue mulut ampas anjir brisik bat kek kaleng gopean', gitu," adu Jaemin. “Dih, anjir. Sialan bener si daki curuk!
Liat aja kena tiga pasal langsung nih dia! Mampus aja nanti dia pas gue laporin ke guru BK!" misuh Anna sambil ngeluarin ponselnya, berniat ngechat Bu Carla guru bk. "Eh btw, lo kenal Haechan darimana?" tanya Anna. "Gue sahabatnya Haechan dari kecil.
Temen gereja juga sih. Sama satu SMP juga dulu." jawab Jaemin. "Ooh, gitu," tanggap Anna terus

whats app bu carla *terakhir terlihat pada 06.28* anna | bu saya anna ketua kelas, kelas 11-3 |mau lapor hari ini siswa Lee |Haechan melanggar 3 pasal |Pasal 1 ayat 3 | dan pelanggaran 2x pasal |2 ayat 1 | sebelum & sebelumnya |Terimakasih 06.30
Setelah memberi pesan kepada Bu
Carla, Anna langsung memasukkan ponselnya ke saku roknya. Anna tertarik lebih dulu.

sedang keluar lebih deras saat ini.
Akan terbuka jika ia bocor ditengah jalan, apalagi ia sedang bersama murid baru!
Tanpa Anna sadari, entah kenapa
Jaemin senyam-senyum ngeliatin
Anna. Emang, jujur ​​sih, kalau Anna itu cantik banget. Anna itu udah kayak paket lengkap, cantik, imannya kuat, pinter, kulitnya mulus putih bersih dan anaknya supel baik juga. Anna itu spesies cewek yang sebenernya udah perfect banget, kayak di novel-novel gitu. Sayangnya, Anna belum siap pakai hijab. Mungkin, hanya itu kekurangan Anna. "An...na," panggil Jaemin canggung.

"An...na," panggil Jaemin canggung. "Apa?" jawab Anna santai. "Elo...bocor.." kata Jaemin.




















Komentar